• Home
  • Mobile
  • Featured
More

    Emma Sri Martini, Nahkoda Baru yang Akselerasikan Transformasi Telkomsel (Bagian 2)

    Jakarta – Menjadi direktur utama / CEO perusahaan sebesar Telkomsel tentu saja merupakan kebanggaan tersendiri. Tidak semua eksekutif memiliki peluang untuk memimpin operator terbesar di Indonesia.

    Namun, era gangguan teknologi menjadi tantangan yang mudah. Gelombang gangguan, terutama didorong oleh penggunaan teknologi digital dan seluler, telah menciptakan peluang serta kecemasan bagi organisasi bisnis, termasuk ancaman kebangkrutan.

    Ini juga dirasakan oleh Emma Sri Martini. Wanita yang lahir di Majalengka pada 22 Maret 1970 ini menyadari bahwa Telkomsel sedang bertransformasi, dari perusahaan telekomunikasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital.

    Layanan lawas yang sebelumnya merupakan mesin pertumbuhan sekarang mandek, bahkan menunjukkan tren menurun. Memberikan tantangan yang tidak mudah bagi Telkomsel, meskipun anak perusahaan PT Telkom, telah menjadi pemimpin pasar sejak 1999.

    Di sisi lain, persaingan yang ketat sebagai akibat dari banyaknya operator yang beroperasi, menyebabkan pendapatan operator tidak lagi disukai. Jika beberapa dekade yang lalu, pertumbuhan masih mencapai dua digit, sekarang satu digit sudah cukup baik.

    Bahkan sebagai hasil dari tiga pukulan ganda, yaitu kenaikan perang tarif, registrasi kartu prabayar yang dilaksanakan oleh pemerintah, dan meningkatnya penggunaan layanan OTT (suara dan teks), tahun lalu industri seluler tumbuh minus, -6,4%. Ini adalah pertumbuhan negatif pertama dalam sejarah industri telekomunikasi di Indonesia.

    Alhasil, untuk bisa bertahan dan memenangkan pertarungan, operator harus segera bertransformasi. Operator harus memiliki fondasi bisnis yang kuat, yaitu layanan broadband terutama layanan data. Layanan ini tentu akan menjadi pertumbuhan engine berikutnya bagi operator.

    Solusi IoT

    Itu sebabnya, setelah didapuk sebagai insinyur baru dari Telkomsel Mei lalu, Emma memang bergerak cepat. Wanita jilbab ini ditantang untuk mengembalikan kinerja Telkomsel, seperti yang telah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya.

    Tidak perlu menunggu lama, Emma dengan cepat menjalankan berbagai program yang kental dengan inovasi digital. Beberapa dari mereka adalah bisnis baru, sebagai bagian dari terobosan produk dan layanan, yang telah dikembangkan oleh perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

    Salah satunya adalah layanan lintas industri IoT (Internet of Things). Solusi IoT Fleetsight yang dikembangkan oleh Telkomsel kini dipercaya oleh Pertamina Patra Niaga.

    Dengan kemitraan ini, kendaraan operasional truk pengangkut bahan bakar Pertamina akan mendapatkan berbagai manfaat dari teknologi IoT yang dikembangkan oleh Telkomsel.

    Seperti kemudahan dalam memonitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional, sambil menjaga keselamatan karyawan di tempat kerja.

    Sebelumnya, solusi IoT TelkomT juga telah diterapkan pada armada taksi BlueBird. Bekerja sama dengan Bluebird, Telkomsel menghadirkan IoT Control Center, solusi berbasis cloud yang aman dan tepercaya.

    IoT Control Center mampu memberikan visibilitas dan keamanan aset perusahaan, menjaga kualitas layanan, memastikan kinerja perangkat yang optimal, dan memperkirakan biaya pengeluaran.

    Perangkat Bluebird IoT didukung oleh jaringan 4G LTE Telkomsel, sebagai perangkat komputer multi-fungsi yang dipasang di semua jenis armada Bluebird.

    Lengkap dengan berbagai fitur seperti meteran taksi, pengiriman pesanan penumpang, pelacakan posisi (GPS), komunikasi dengan penumpang dan operator pusat, termasuk pembayaran.

    Menurut Emma, ​​layanan IoT yang menargetkan segmen korporat adalah target layanan ini karena efek pengganda yang ditimbulkan terhadap lingkungan.

    "Untuk alasan ini, Telkomsel menghadirkan solusi IoT dengan berbagai pilihan teknologi terbaik dengan ekosistem yang lebih lengkap. Ini akan membantu pelanggan menjalankan bisnis mereka secara lebih efektif, efisien, dan mudah secara operasional, sehingga dapat mendorong produktivitas," jelas Emma.

    Ekosistem Digital

    Selain menghadirkan solusi bisnis berbasis IoT, Emma juga peduli dengan upaya untuk mempercepat kemajuan ekosistem digital. Diantaranya adalah e-Sports yang kian populer di kalangan masyarakat Indonesia.

    Dalam acara IDByte Esports 2019 baru-baru ini yang diadakan di Tengerang Selatan (Banten), Emma menekankan bahwa keseriusan Telkomsel dalam mendukung penguatan ekosistem e-Sports di Indonesia telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

    Apalagi dengan perkembangan akses teknologi dan meningkatnya minat publik serta penetrasi e-Sports.

    Dukungan mulai dari menyediakan layanan konektivitas berkualitas hingga beragam fitur dan solusi layanan bernilai tambah, seperti menyediakan akses gateway pembayaran, Penagihan Operator Langsung (DCB). Fasilitas ini memudahkan pembelian aplikasi dan konten game digital menggunakan pulsa.

    "Sekarang, upaya Telkomsel semakin diperkuat untuk menjadi bagian dari jaringan pengembangan esports dengan juga menyediakan ekosistem bagi para aktivis esports melalui World Games dan berpartisipasi dalam mengembangkan konten e-Sports sebagai penerbit," kata Emma.

    5G dan Pemberdayaan Industri

    Emma mengatakan bahwa pertumbuhan pengguna data, sebagai hasil dari pengembangan jaringan 4G yang telah mencapai 97% dari populasi, menunjukkan bahwa Telkomsel juga terus berubah dari sisi jaringan.

    Jaringan yang kuat yang tersebar di seluruh negeri, memberikan pengguna kesempatan untuk mencoba berbagai layanan Telkomsel, termasuk bisnis baru.

    Dengan layanan bisnis baru yang diprediksi akan menjadi mesin pertumbuhan baru, Telkomsel juga dapat bertindak sebagai enabler untuk industri lain.

    Untuk memperkuat posisinya sebagai enabler, Emma memastikan bahwa Telkomsel siap untuk berinvestasi dalam pengembangan teknologi lebih lanjut, yaitu 5G.

    "Melalui teknologi 5G, Telkomsel akan menghadirkan berbagai revolusi industri yang akan memperkuat Indonesia di berbagai bidang," kata Emma.

    Meski harus mengeluarkan investasi besar, Emma menilai operator di Indonesia sangat siap menggelar jaringan 5G. Karena itu merupakan keharusan, sebagai bentuk road map teknologi.

    Namun, implementasi 5G membutuhkan dukungan dari pemerintah, terutama mengenai ketersediaan spektrum frekuensi.

    Menurut Emma, ​​secara umum, kunci utama pertumbuhan Telkomsel adalah tetap fokus pada perluasan dan peningkatan jaringan, bahkan ke daerah-daerah terpencil.

    Telkomsel juga memprioritaskan dan menjaga kualitas produk dan layanan yang diberikan kepada pelanggan, termasuk memastikan ketersediaan produk.

    Di sisi lain, ia juga terus menerapkan kepemimpinan biaya sehingga beroperasi, agar tetap produktif dan efektif.

    Setiap tahun Telkomsel juga mengalokasikan sumber daya termasuk dana yang cukup besar untuk meningkatkan kualitas jaringan, terutama dalam layanan data.

    Faktor lain yang tak kalah penting adalah transformasi sumber daya manusia (SDM). Menurut Emma, ​​seperti halnya bisnis dan layanan, transformasi di bidang SDM dilakukan oleh perusahaan untuk menyesuaikan dengan iklim persaingan, kemajuan teknologi, dan kebutuhan konsumen.

    "Program transformasi di bidang SDM bertujuan untuk mengubah pola pikir, budaya kerja, meningkatkan tingkat kompetensi, dan menumbuhkan semangat inovasi sesuai dengan tantangan era digital," pungkas Emma.

    Salah satu pola pikir yang dibangun adalah membebaskan diri dari bisnis seperti biasa. Pendekatan ini dilakukan untuk mengubah pola kerja dengan pendekatan baru, karena pola lama tidak lagi sesuai dengan tantangan dan bisnis saat ini.

    Program transformasi SDM yang dilakukan oleh Telkomsel, selain para pemimpin senior, juga menargetkan kelompok milenial. Ini agak penting, mengingat bahwa sebanyak 67% karyawan Telkomsel berusia di bawah 40 tahun.

    Dengan begitu banyaknya pekerja muda, gaya kepemimpinan juga harus berubah dengan sendirinya. Misalnya membangun organisasi dengan model kepemimpinan "tidak mengikat", terus mengeksplorasi dan membuka potensi tim, membangun lingkungan kerja kolaboratif, menumbuhkan budaya inovasi di tempat kerja, dan memberi mereka kesempatan untuk memimpin.

    Dengan berbagai program transformasi yang dilakukan secara konsisten, Emma optimis bahwa Telkomsel dapat mengatasi tantangan ke depan, di era volatilitas, kompleksitas, ketidakpastian, dan ambiguitas (VUCA) yang saat ini sedang melanda dunia bisnis di Indonesia.

    Artikel Terbaru

    Artikel Terkait

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here