• Home
  • Gadgets
More

    Berantas Smartphone Ilegal, Akhirnya Tiga Menteri Teken Aturan IMEI

    HPJadul.net – Ketiga menteri akhirnya setuju dan tanda tangan IMEI (International Mobile Equipment Identity) sebelumnya ditunda.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara pada hari Jumat (18/10/2019) menandatangani peraturan yang berkaitan dengan identifikasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) sebagai upaya untuk memerangi perdagangan ilegal smartphone. di pasar gelap di Indonesia.

    "Tujuannya adalah untuk melawan pasar gelap atau penjualan telepon ilegal. Dan peraturan ini mulai berlaku enam bulan kemudian,"kata Menteri Perindustrian di Jakarta.

    Airlangga mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian telah memiliki 1,4 miliar data IMEI dari pengguna smartphone, yang kemudian akan diperiksa dengan data milik Global System for Mobile Association (GSMA), yaitu kekuatan IMEI internasional.

    "Jadi, dari dua kekuatan ini sebenarnya pemegang industri smartphone aman. Tidak ada yang akan terganggu, apakah mereka membeli di rumah atau di luar negeri, kecuali jika mereka membeli dari pasar gelap,"Kata Airlangga.

    Dalam enam bulan, lanjut Airlangga, semua pihak terkait akan berusaha menghilangkan pasar ilegal untuk smartphone.

    Pada dasarnya, Airlangga menambahkan, tidak ada perlindungan khusus untuk produk smartphone di negara ini, mengingat bea masuk sebesar Rp.

    Ilustrasi smartphone. (unsplash / Andreas Haslinger)
    Ilustrasi smartphone. (unsplash / Andreas Haslinger)

    Dengan aturan tiga menteri, apa yang ingin mereka lindungi adalah terhadap persaingan bisnis yang tidak sehat, di mana para mama nasional produsen harus membayar Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10 persen, sedangkan smartphone ilegal tidak.

    Menteri Komunikasi dan Informasi mengatakan, potensi ekonomi memberantas smartphone ilegal mencapai Rp 2 triliun per tahun atau Rp 55 miliar per hari.

    "Jadi, jika ditunda selama sehari, ada potensi kerugian sebesar Rp. 55 miliar,"kata Rudiantara.

    Sementara itu, Menteri Perdagangan mengatakan bahwa untuk mengamankan perdagangan smartphone di negara tersebut, Kementerian Perdagangan akan memerlukan label dan manual berbahasa Indonesia.

    "Jadi, jika tidak ada dua, mudah untuk melacak bahwa item ini adalah pasar gelap, meskipun pada akhirnya akan dilacak dari nomor registrasi IMEI itu sendiri,"kata Menteri Perdagangan.

    Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara di Ruang Serbaguna, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019). (Suara.com/M Yasir)
    Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara di Ruang Serbaguna, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019). (Suara.com/M Yasir)

    Hal ini, lanjut Mendag, juga berlaku untuk aplikasi izin impor smartphone, jadi deteksi juga mudah.

    Semua peraturan dalam Peraturan Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, dan Menteri Komunikasi dan Informasi mengenai identifikasi Identitas Peralatan Bergerak Internasional (IMEI) akan berlaku enam bulan setelah ditandatangani.

    Setelah lama dinanti, akhirnya aturan IMEI jelas. Akankah aturan ini berhasil memberantas smartphone ilegal nanti? .

    (Tag) mengatur imei (t) smartphone ilegal (t) imei (t) ministry

    Artikel Terbaru

    Ini Wujud Kamera ‘L’ Milik Samsung Galaxy A71

    Jakarta - Samsung sepertinya akan merilis model kamera baru. Karena rumor yang beredar mengungkapkan tata letak konfigurasi kamera Samsung Galaxy A71 tidak seperti biasanya.Melaporkan...

    Xiaomi Patenkan ‘Layar Ganda’ Baru

    Jakarta - Meski tampilan layar ganda sudah familiar seperti Vivo NEX Dual Display atau Nubia Z20. Namun, kali ini berbeda dengan sketsa desain Xiaomi.Perusahaan...

    Artikel Terkait

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here