• Home
  • Entertainment
More

    Begini Cara Google Doodle Merayakan Hari Batik Nasional

    HPJadul.net – Hari ini, Rabu 2 Oktober 2019 diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Tak mau ketinggalan, Google Doodle juga merayakannya.

    Gambar coretan terlihat di halaman pencarian Google, gambar batik sebagai bagian dari perayaan Hari Batik Nasional.

    Didominasi oleh warna biru dan emas, teks Google yang diletakkan di tengah juga memiliki warna emas yang identik dengan karakteristik batik tulis.

    Indonesia sendiri telah dikenal karena kekayaan Batik sejak abad ke-4 dengan desain dan warna yang bervariasi, menurut desa dan kelompok etnis yang tersebar di berbagai pulau.

    Dilaporkan dari halaman Google Doodle, batik telah menjadi seni dan kerajinan selama berabad-abad dan merupakan bagian dari tradisi kuno.

    Kata Batik berasal dari kata Jawa "Amba" yang berarti menulis dan akhiran "Titik" yang berarti titik-titik kecil atau membuat titik-titik.

    Dalam sebuah naskah tentang daun lontar yang berasal dari sekitar tahun 1520 SM yang ditemukan di Galuh, Cirebon Selatan, Jawa Barat, juga tertulis bahwa Batik berarti "Seratan", yang dalam bahasa Jawa berarti menulis.

    Coretan batik. (Google)
    Coretan batik. (Google)

    Corat-coret yang ditampilkan oleh Google pada halaman pencariannya sendiri adalah kombinasi dari tiga motif batik yang berbeda. Dari sisi paling kanan, Google menggunakan motif Kawung Batik, bagian tengah dari motif batik Parang Rusak, dan bagian kiri dari motif Truntum Batik.

    Batik Kawung sendiri adalah motif batik yang berbentuk seperti lingkaran yang mirip dengan buah Kawung atau terkadang juga dianggap sebagai aren atau tersusun rapi secara geometris.

    Di sisi lain, motif ini juga diartikan sebagai gambar bunga lotus dengan empat potong bunga. Motif Kawung berarti kesempurnaan, kemurnian dan kemurnian.

    Sementara itu, Parang Batik adalah salah satu motif Batik tertua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti kemiringan.

    Perengan gambar garis ke bawah dari tinggi ke rendah secara diagonal. Penataan motif S terjalin tak terputus melambangkan kontinuitas.

    Bentuk dasar huruf S diambil dari gelombang laut yang menggambarkan roh yang tidak pernah padam.

    Motif ini memiliki makna nasehat yang tidak pernah menyerah, seperti ombak laut yang tidak pernah berhenti bergerak.

    Google Doodle merayakan Hari Batik Nasional. (Google)
    Google Doodle merayakan Hari Batik Nasional. (Google)

    Parang Batik juga menggambarkan hubungan yang tak berkesudahan, baik dalam hal upaya meningkatkan diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun sebagai bentuk ikatan keluarga.

    Sementara itu, motif Batik Truntum yang dibuat oleh Kanjeng Ratu Kencana memiliki makna cinta yang tumbuh kembali.

    Ia menciptakan motif ini sebagai simbol cinta tulus yang tanpa syarat, abadi, dan semakin terasa subur dan berkembang. Kain bermotif truntum biasa digunakan oleh orang tua mempelai pada hari pernikahan.

    Karena ini adalah Hari Batik Nasional, coretan hanya ditampilkan di wilayah Indonesia.

    Seperti diketahui, pengguna dapat menemukan berbagai berita tentang Hari Batik Nasional hanya dengan mengklik ikon doodle yang ditampilkan di halaman awal pencarian. .

    (Tag) google doodle (t) hari batik nasional (t) google

    Artikel Terbaru

    Samsung Galaxy M30s Segera Edar di Indonesia

    Jakarta, Seluler. ID - Samsung sedang bersiap untuk mengumumkan Galaxy M30 di Indonesia pada 25 Oktober. Ini diketahui dari penggoda yang dibagikan perusahaan melalui...

    LinkAja Implementasikan Standar QR Code Indonesia di Pasar Tradisional

    Jakarta - Resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2019 oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (Aspi), Standar QR Code Indonesia (Qris), yang akan...

    Artikel Terkait

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here